Headlines News :
Home » » Tannin

Tannin

Written By Shodiq Saifullah on Kamis, 29 November 2012 | 02.52

Tannin adalah senyawa phenolic yang larut dalam air. Dengan berat molekul antara 500-3000 dapat mengendapkan protein dari larutan. Secara kimia tannin sangat komplek dan biasanya dibagi kedalam dua grup, yaitu hydrolizable tannin dan condensed tannin. Hydrolizable tannin mudah dihidrolisa secara kimia atau oleh enzim dan terdapat di beberapa legume tropika seperti Acacia Spp.

                     Sifat fisik dari tanin adalah sebagai berikut :
1)      Jika dilarutkan kedalam air akan membentuk koloid dan memiliki rasa asam dan sepat
2)      Jika dicampur dengan alkaloid dan glatin akan terjadi endapan
3)      Tidak dapat mengkristal
4)      Mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawa dengan protein tersebut sehingga tidak dipengaruhi oleh enzim protiolitik

                      Sifat kimia
1)      Merupakan senyawa kompleks dalam bentuk campuran polifenol yangs ukar dipisahkan sehingga sukar mengkristal
2)      Tanin dapat diidentifikasikan dengan kromotografi
Gambar 1: Ikatan Senyawa Tanin
Sifat tanin sebagai pengkhelat logam . Senyawa fenol yang secara biologis dapat berperan sebagai khelat logam. Proses pengkhlatan akan terjadi sesuai pola subtitusi dan pH senyawa phenolik itu sendiri. Karena itulah tanin terhidrolisis memiliki potensial untuk menjadi pengkhelat logam. Hasil khelat dari tanin ini memiliki keuntungan yaitu kuatnya daya khelat dari senyawa tanin ini membuat khelat logam menjadi stabil dan aman dalam tubuh. Tetapi jika tubuh mengkonsumsi tanin berlebih maka akan mengalami anemia karena zat besi dalam darah akan dilhelat oleh senyawa tanin tersebut

                     Cara Identifikasi dan Dampak Senyawa Tannin
Berdasarkan sifat-sifat diatas maka untuk menganalisis tanin dapat dilakukan berbagaicara sesusai tujuanya. Untuk analisis secara kualitatif dapat dilakukan dengan mengunakan metode :
1)      Diberikan larutan FeCl3 berwarna biru tua / atau hitam kehijauan 
2)      Ditambahkan Kalium Ferrisianida atau  amoniak berwarna coklat
3)      Diendapkan dengan garam Cu, Pb, Sn, dan larutan Kalium Bikromat berwarna coklat
Sedangkan untuk menganalisis secara kuantitatif dapat dilakukan denga mengunakan metode : 
1)      Metode analisis umum phenolik, karena tanin merupakan senyawa phenolik (Metodeblue prussian dan Metode Folin)
2)      Metode analisis berdasarkan gugus fungsinya
3)      Dengan menggunakan HPLC, dan UV-Vis
4)      Metode presipitasi menggunakan protein
Senyawa fenol dari tanin mempunyai aksi adstrigensia, antiseptic dan pemberi warna.Condensed tannin atau tannin terkondensasi paling banyak menyebar di tanaman dan dianggap sebagai tannin tanaman. Sebagian besar biji legume mengandung tannin terkondensasi terutama pada testanya. Warna testa makin gelap menandakan kandungan tannin makain tinggi.
Beberapa bahan pakan yang digunakan dalam ransum unggas mengandung sejumlah condensed tannin seperti biji sorgum, millet, rapeseed , fava bean dan beberap biji yang mengandung minyak. Bungkil biji kapas mengandung tannin terkondensasi 1,6 % BK sedangkan barley, triticale dan bungkil kedelai mengandung tannin 0,1 % BK. Diantara bahan pakan unggas yang paling tinggi kandungan tannin terlihat pada biji sorgum (Sorghum bicolor).
Kandungan tannin pada varietas sorgum tannin tinggi sebesar 2,7 dan 10,2 % pada catechin equivalent. Dari 24 varietas sorgum kandungan tannin berkisar dari 0,05-3,67 % (catechin equivalent). Kandungan tannin sorgum sering dihubungkan dengan warna kulit luar yang gelap. Peranan tannin pada tanaman yaitu untuk melindungi biji dari predator burung, melindungi perkecambahan setelah panen, melindungi dari jamur dan cuaca.
Sorgum bertannin tinggi bila digunakan pada ternak akan memperlihatkan penurunan kecepatan pertumbuhan dan menurunkan efisiensi ransum pada ayam broiler, menurunkan produksi telur pada layer dan meningkatnya kejadian leg abnormalitas.
Kandungan tannin dalam bahan pakan memiliki pengaruh terhadap daya cerna ternak domba di dalam rumen. Namun demikian dampak negatif  tannin akan terlihat jika kandungan tannin dalam bahan pakan tersebut diatas 10% misalnya adalan tanaman kalindra yang memilki kadar tannin sebesar 19,4% 
                    Cara Pemurnian Senyawa Tanin
Sebagai contoh cara pemurnian tanin terhidrolisis adalah jenis Sorghumprocyanidin. Menggunakan  etanol absolut dengan 10 mM asam askorbat, etanol absolut dengan 10 mM asamsorbat, asam asetat pH 4, aseton 50%.etil asetat.  Cara kerja.Campurkan daun 200 g daun kering shorgum dengan dengan 600 mL etanol 10 mM asam askorbat. Ekstrak kembali sebanyak 4 kali 150 mL dengan mengunakan methanol10 mM asam askorbat. Saring dan ambil filtratnya setelah itu tambahkan dengan asam asetat pH 4. Uapkan pada rotari evaporator. Setelah menguap ekstrak dengan etil asetat sebanyak 3 kali 300 mL. Pisahkan dan ambil yang bagian bawah.

Share this article :

2 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sai Farm - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger